Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Save Baby’


Hampir kurang lebih 15 tahun belakang ini(1995-2009), tepatnya setelah saya meninggalkan kampus untuk Praktek kemudian kerja di antara masyarakat mulai dari pesisir pantai sampai dengan pengunungan tanah Papua, saya melihat dan amat dari dekat banyak kematian yang terjadi di antara masyarakat pribumi tanah Papua diakibatkan karena:

 

Penyakit seperti:

(a)    HIV AID

(b)   Malaria

(c)    Frambusia

(d)   Ispa

(e)    Kaki Gaja

 

Wabah/musibah seperti:

(a)    Kelahiran premature

(b)   Kegagalan dalam melahirkan

(c)    Mutaber

(d)   Kolera

(e)    Semacam Antraks

 

Pada tulisan ini  saya mau sharing kepada saudara pembaca tentang usaha praktis menyelamatkan bayi yang lahir premature dari ancaman kematian yang merupakan momok dan disaster bagi masyarakat pribumi tanah Papua.

Cara praktis yang saya maksudkan di sini adalah dengan menggunakan metode atau teori Kanguru memelihara anaknya dalam kantong sampai usia mapan untuk hidup sendiri di luar induknya.

Metode kangguru yang ditemukan tahun 1993 ini, merupakan salah satu cara paling efektif dan murah untuk menghangatkan bayi, dengan cara mendekapkan bayi pada tubuh ibunya tanpa dibatasi busana.

“Dulu metode ini dianggap hanya untuk orang miskin, karena kalau orang kaya akan ditaruh diinkubator,” kata dr. Rinawati. Tapi berdasarkan pengalaman, hasilnya malah lebih bagus metode kangguru, sementara bayi tidak senang berada di inkubator. “Dengan metode ini, bayi juga akan memiliki insting, karena dapat merasakan detak jantung ibunya dan mencari-cari sendiri putingnya,” paparnya lagi.

Menurut dokter Rinawati, metode kangguru dapat diterapkan sampai si bayi sudah tidak mau lagi, yaitu sekitar usia 36 minggu karena telah besar. Pada saat itu, dokter akan memeriksa retina agar kebutaan dapat dicegah, begitu juga dengan telinga, tulang dan vaksinasi. “Biasanya menunggu hingga bayi beratnya mencapai 2 kg,” tambahnya.

Dokter juga akan mengecek jumlah dan waktu minum bayi, misalnya ad libitum atau kemampuan si bayi meminum ASI (kira-kira 180-200ml/kg/hari), lalu kenaikkan berat badan per hari paling tidak 20-30 gr atau 1 minggu sekitar 2 ons dan pemantauan pertumbuhannya.

“Metode ini dianjurkan dilakukan setelah dua minggu kelahiran, dengan jangka waktu hingga berat badan bayi dirasa cukup baik atau sekitar 1.800 gram. Setelah pemeriksaan menunjukkan kondisi baik ditambah dengan kenaikan berat badan setidaknya 20-30 gram setiap hari, barulah si bayi prematur sudah siap untuk dirawat di rumah dan tumbuh seperti layaknya bayi normal seperti biasa,” jelas dr. Rinawati.

 

Pertanyaannya adalah bagaimana cara melakukan metode kanguru?

(a)    Pertama, beri bayi Anda pakaian, topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu.

(b)   Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak, langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisikan bayi dengan siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepala agak sedikit mendongak.

(c)    Dapat pula memakai baju dengan ukuran lebih besar dari badan ibu dengan posisi bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak terjatuh.

(d)   Bila baju ibu tidak dapat menyokong bayi, dapat digunakan handuk atau kain lebar yang elastis atau kantong yang dibuat sedemikian untuk menjaga tubuh bayi.

(e)    Ibu masih dapat beraktivitas dengan bebas, dapat bebas bergerak walau berdiri, duduk, jalan, makan dan mengobrol. Pada waktu tidur, posisi ibu setengah duduk atau dengan jalan meletakkan beberapa bantal di belakang punggung ibu.

(f)     Bila ibu perlu istirahat, dapat digantikan oleh ayah atau orang lain.

(g)    Dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan persiapan ibu, bayi, posisi bayi, pemantauan bayi, cara pamberian asi, dan kebersihan ibu dan bayi.

 

Metode kangguru mendatangkan banyak manfaat lain, seperti:

(a)    Meningkatkan hubungan emosi ibu – anak

(b)   Mengurangi stres pada ibu dan bayi

(c)    Mengurangi lama menangis pada bayi

(d)   Mempersingkat masa rawat di rumah sakit

 

Apakah ada cara untuk menghindari terjadinya kelahiran prematur? Jawabannya adalah ada. Lalu bagaimana caranya atau yang hendaknya dibuat agar tidak terjadi kelahiran premature? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kelahiran bayi yang belum ‘cukup umur’ tersebut. Paling tidak seorang calon ibu dapat menerapkan tiga langkah berikut:

(a)    Persiapkan kehamilan dengan sebaik-baiknya, rajin-rajin cek kesehatan, emosi dan persiapkan dana yang cukup.

(b)   Persiapkan nutrisi yang seimbang.

(c)    Berolah raga boleh, tapi jangan yang menyebabkan kelelahan.

Suami juga punya tugas khusus, yakni:

(a)    menjaga dan memelihara kondisi psikis calon ibu

(b)   ciptakan suasana yang gembira

(c)    tumbuhkan harapan-harapan dan cinta dalam diri si calon ibu

 

Semoga bermanfaat

Read Full Post »