Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Psikologi Kontemporer’


Selayang Pandang Seputar Pengembangan Kepribadian Dan Leadership Melalui ESQ Bendasarkan 1 Ihksan ,  6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam Menurut Ari Ginanjar

 

ESQ adalah sebuah teori pengembangan kepribadian dan pelatihan leadership yang telah dikembangkan oleh Ari Ginanjar. Teori pengembangan kepribadian dan pelatihan leadership yang merujuk kepada 1 ihksan, 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam ini, banyak diterima oleh berbagai kalangan di Indonesia, baik dari kalangan swasta maupun pemerintah.

Sebagian kalangan pembesar yang telah menerima teori ini, kemudian menjadikan  program  ini menjadi ESQ ini sebagai program pengembangan kepribadian dan traning leadership bagi karyawan atau bawahannya masing-masing. Bahkan ada yang mewajibkan semua bawahannya untuk mengikuti traning pengembangan kepribadian dan leadership ini.   

Lalu pertanyaannya adalah apa dan bagaimana Pengembangan Kepribadian Dan Leadership Melalui ESQ yang dikembangkan oleh Ari Ginanjar ini?  ESQ ini menggunakan materi (a) Zohar, D. & Marshall, I. 2000. SQ: Spiritual Intelligence-The Ultimate Intelligence, yakni: suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna: (b)Paduan Ide Zohar di atas dengan Al-Quran, di mana Ari Ginanjar(pengagas ESQ) memadukan kemampuan manusia untuk memberikan pemaknaan hidup yang lebih baik itu dengan Ajaran Al –Quran.

Alur Penyampaian ESQ ini adalah (a)meyakinkan peserta bahwa Muhammad sebagai nabi Sang Pencipta; (b)meyakinkan peserta bahwa Al-Quran sebagai wahyu Sang Pencipta; (c)meminta peserta membuat yel-yel 1,6, 5 rukun islam sebagai sarana terbaik pengembangan karakter dan ledership.

 

Perbandingan Proses Zero Mind

 

No

 

Topik

 

Rukun Islam

 

Iman Kristen

 

 

1

 

Konsientisasi Kemaha-Besaran Allah

 

Melalui Penciptaan Alam

 

Melalui Kekudusan, kebenaran, keadilan dan kasih.

 

2

 

Konsientisasi Kehinaan Manusia

 

Kecil(tidak ada apa-apanya)

 

Berdosa dan tidak berguna sama sekali

 

3

 

Usaha Kontak dengan sang Ilahi

 

Melalui usaha pencarian manusia akan Sang Pencipta

Melalui usaha Sang Pencipta Mencari dan menemukan manusia dengan cara Yesus Kristus(Isa Almasih) datang ke dunia 2000 tahun yang lalu melalui Mariam binti Yusuf lalu disalibkan, mati dan dikuburkan, lalu pada hati yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

 

 

4

 

Usaha perbaikan hubungan dengan Sang Pencipta

 

Meminta ampun dari sang pencipta maka hubungan dengan Sang Pencipta menjadi baik karena Sang Pencipta Maha Pengasih dan Penyayang.

 

(a)Sang Pencipta menghukum segala kesalahan, kejahatan dan dosa dalam  tubuh Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib karena keadilan-Sang Pencipta.

(b)Melalui percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dosa pemercaya diampuni, disucikan, dikuduskan dan dijadikan anak-anak Allah karena Kasih Sang Pencipta.

Artinya: Dosa dan kejahatan dihukum karena Keadilan Sang Pencipta tetapi pemercaya diampuni bahkan dijadikan anak-anak Sang Pencipta karena Kasih Sang Pencipta itu sendiri.

 

5

 

Kegagalan Aplikasi hidup keagamaan dalam kehidupan sosial budaya.

 

Akibat memisahkan dan meninggalkan nilai agama hanya di tempat ibadah serta terlepas dari kehidupan sosial budaya.

 

Akibat Injil hanya menyentuh pikiran dan perasaan, dan bukannya hati

 

6

 

Usaha untuk hidup lebih baik

 

Membawa nilai keagamaan dalam kehidupan sosial budaya

 

Injil menyentuh hati dan  mentransformasi seluruh bidang kehidupan manusia dari dalam. Ekpresinya nyata dalam kehidupan sosial budaya

 

7

 

Kesimpulan

 

Usaha manusia menggapai standart Sang Pencipta

 

Usaha Sang Pencipta memaksimumkan manusia menggapai standar-Nya.

 

Perbandingan Pengembangan Manusia

 

 

 

No

 

Topik

 

Rukun Islam

 

Iman Kristen

 

 

1

 

Mental Building

 

Membangun hati nurani yang baik dengan merujuk pada Rukun Iman

 

Orang yang beriman sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus, telah diciptakan menjadi manusia baru di dalam Kristus, dengan hati nurani yang baru pula.

 

2

 

Mission Statement, Character Building, dan Self Controlling

 

usaha  pribadi untuk menghasilkan ketangguhan pribadi (personal strength) dengan merujuk pada Rukun Islam

 

Di dalam hati nurani yang baru itu, Orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus telah memiliki buah-buah roh (memiliki ketangguhan pribadi). Selanjutnya,  hendaknya orang percaya  mengaplikasikan buah roh itu dalam kehidupan sehari-harinya  

 

3

 

Strategic Collaboration

 

Usaha untuk melakukan aliansi atau sinergi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosialnya untuk mewujudkan tanggung jawab sosial individu

 

Semua orang percaya menjadi satu di dalam Kristus dan menjadi berkat bagi semua orang, sama seperti Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu. Orang percaya tinggal menghidupinya

 

4

 

Total Action

 

suatu usaha untuk membangun ketangguhan sosial

 

Memandang sesama-sama seperti Kristus memandang dirinya. Memperlakukan sesama sama seperti Kristus terhadap semua orang.

 

 

Manfaat ESQ:

(a)    bagi umat Islam, ESQ ini dapat memberikan strategi baru bagi umat Islam untuk menundukkan diri pada kekuasaan Sang Pencipta, karena:

         ESQ memberi kesadaran tentang rendah dan tidak ada apa-apanya manusia dibanding Sang Pencipta

         Memberi keyakinan tentang Muhammad sebagai Nabi Sang Pencipta dan Al-Quran satu-satunya wahyu Sang Pencipta

         ESQ memberi motivasi untuk mencari Sang Pencipta

         ESQ memberi langkah-langkah mencapai Sang Pencipta

 

(b)   Namun bagi Umat Kristiani, ESQ ini memberikan dampak yang mengarah kepada goncang dan gugurnya iman kepada Tuhan Yesus Kristus serta penolakan dan peninggalan kemenangan yang gemilang yang telah dan sedang  diperoleh di dalam Tuhan Yesus Kristus, karena ESQ:

         Mendorong peserta menolak Ketritunggalan Allah

         Mendorong peserta menyangkal keberadaan Tuhan(Barangkali Tuhan Yesus Kristus).

         Mengajak peserta menolak pengampunan dari Allah yang telah diperoleh di dalam nama dan darah Tuhan Yesus Kristus

         Mengajak peserta menyembah Sang Pencipta ke arah Kabah di Mekah

         Mendorong peserta menolak untuk tidak mau dijadikan menjadi ciptaan baru di dalam Kristus

         Mendorong peserta untuk meninggalkan kemenangan atas kuasa dosa dan iblis yang telah diperoleh dengan cuma-cuma dalam Tuhan Yesus Kristus.

 

Kajian di atas telah menunjukan bahwa ESQ Identik dengan Penyebaran Agama Islam dan penguatan iman umat Islam itu sendiri, seperti pernyataan seorang tua murid mahasiswa ITS Surabaya dalam suatu blog pribadi dengan judul ESQ MAHASISWA BARU ITS 2007, bahwa ”Buku ESQ sangat pantas dibaca oleh umat Islam dari golongan mana pun, bahkan bisa dinikmati oleh umat lainnya sebagai bahan studi banding? Inti pembahasan yang ingin disampaikan diawali dengan tema ’suara hati’ fitrah manusia yang hanya menyeru kepada kebaikan dan kebenaran asasi. Sangat enak saat membaca buku tersebut, tidak perlu terburu-buru, bisa diulang berkali-kali, dan tetap tidak membosankan bagi pembacanya.Setelah lengkap menjelaskan fitrah manusia, kemudian dikenalkan konsep membangun motivasi dan mental emosional sekaligus spiritual yang diangkat dari ajaran Islam. Saat melihat ada orang miskin yang kelaparan, maka tumbuhkan suara hati ’berbagi sesama manusia’. Saat melihat ada bencana, maka tumbuhkan suara hati ’rela dan ikhlas membantu saudara’, demikian seterusnya. Praktek dan ajaran Islam menjadi suatu wahana yang komprehensif untuk membangun motivasi spiritual yang penuh dengan nilai kemusiaan yang luhur, baik dalam konsep maupun prakteknya”.

Oleh karena itu traning ini sebaiknya diwajibkan hanya untuk pemeluk agama Islam saja. Sebab menurut hemat penulis, ketika seorang bawahan yang bukan agama Islam dipaksa untuk mengikuti traning ini dengan ancaman perfomance kerja, tanpa disadari atasan tersebut telah melawan kebebasan beragama yang dijamin oleh UUD 1945 dan Mukadimah HAM PBB yang menjamin kebebasan setiap insan untuk beribadah menurut apa yang diyakininya.

Terlebih lagi untuk menghindari tudingan masyarakat seperti ”Pengembangan Karakter dan Pelatihan Leadership melalui ESQ ini sebenarnya merupakan penyebaran dan penguatan iman Agama Islam yang berkedok pengembangan kepribadian dan pelatihan leadership”.

Lalu pertanyaannya adalah apakah traning pengembangan kepribadian dan leadership  ini baik ataukah tidak baik? Jawabannya adalah traning ini sangat baik tetapi khusus bagi  pemeluk agama Islam. Kemudian bagaimana dengan pemeluk agama lain? Pemeluk agama lain dapat mengikuti pengembangan kepribadian dan traning leadership yang dikembangkan dalam agamanya masing-masing.

Seperti contoh bagi Protestan, selain   melakukan Retreat bagi anak-anak, pemuda pemudi dan kaum ibu, untuk mengembangkan kepribadian dan leadership pemeluknya dalam hidup sehari-hari sebagai warga negara yang Pancasilais, gereja juga menyiapkan dan melakukan traning khusus bagi para pria dewasa  seperti  traning ”Pria Sejati” dan untuk sebuah keluarga, gereja juga selalu mengadakan KKR, seperti KKR yang dibuat di lingkungan KINGMI Klasis Mimika dengan Judul : ”Menghancurkan Kutuk Isabel”.

Baik retreat, KKR maupun traning rohani di atas semuanya bermuara pada  terjadi transformasi rohani pada umat Tuhan yang yang sangar bermafaat dalam memberi pemaknaan hidup bagi diri sendiri juga dalam hidup bersama sebagai masyarakat madani.

 

Saran untuk para atasan.

Kerinduan dari semua atasan di departement dan instansi, baik pemerintah maupun swasta untuk mengembangkan kepribadian, karakter  yang baik dan leadership bawahannya, patut diacungkan jempol oleh semua pihak. Karena itu sejalan dengan usaha baik di atas, maka hendaknya para atasan melakukan kerja sama yang baik dengan organisasi-organisasi agama terdekat lalu memfasilitasi organisasi agama tersebut untuk melakukan pengembangan karakter dan leadership sesuai dengan iman dan agama bawahannya masing-masing.

 

Lalu bagaimana dengan penerapannya dalam kehidupan sosial masyarakat jika setiap agama melakukan penguatannya pada umatnya masing-masing? Tidak akan ada pertentangan ataupun distorsi sama sekali dalam kehidupan bersama di lingkungan masyarakat sebab kesemuanya ada titik temunya, yakni semua agama mengajarkan untuk hidup dalam damai dengan semua pihak, baik itu dengan diri sendiri, sesama manusia, dengan Sang Pencipta dan dengan lingkungan alamnya.

Terutama jika, yang dibawa dan  dipraktekkan oleh semua orang dari berbagai macam golongan dan agama dalam kehidupan sosial masyarakatnya adalah pesan moral dan norma hidupnya untuk kepentingan hidup bersama dan bukan membawa perdebatan tentang agama dan golongan sendiri yang benar sedangkan yang lainnya tidak bahkan kafir sehingga merusak kerukunan hidup warga masyarakat yang diamatkan oleh teks suci masing-masing agama dan golongan.

Selanjutnya supaya sesuai dengan norma hukum yang berlaku di Indonesia dengan kelompok masyarakat yang amat pluralis ini, maka hendaknya semua pihak menerima dan menjadikan, Pancasila sebagai nafas kehidupan berbangsa dan bernegara dan juga menghormati UU di masing-masing daerah  seperti di tanah Papua ialah UU 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua dan di aceh adalah perjanjian Helzinky, sebagai suatu acuan dan petunjuk arah hidup dalam damai bersama di negeri kita.  

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, niscaya akan ada kerukunan di antara semua warga masyarakat sehingga tercipta suatu kehidupan yang madani di negeri kita tercinta ini sebagai wilayah atau zona Damai seperti yang dikumandangkan oleh Alm.Nurkholis Majid di akhir-akhir hidupnya. Semoga

 

 

 

 

Advertisements

Read Full Post »