Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Papua Opinions’


Dear Pembaca dan Pemerhati Papua yang budiman…….Saya heran dengan pembusukan yang sedang terjadi di beberapa kelompok orang Indonesia yang beragama Islam terhadap Papua, Identitas Manusia Papua serta budayanya.

Mereka membangun pembusukan dengan melepas firus manipulasi fakta history Papua yang luhur, kurang lebih seperti di bawah ini…..

Jika demikian, bagaimanakah nasip orang Papua ke depan?

Silahkan di baca artikel di bawah ini

Ditulis oleh meisusilo di/pada Nopember 28, 2008

Ada tiga kesalahan orang memandang Papua. Pertama,  Papua identik dengan koteka, Kedua, hanya orang-orang primitiv dan Ketiga, Identik dengan Kristen. Padahal, itu keliru [bagian pertama] (more…)

Advertisements

Read Full Post »


Dear Pembaca dan Pemerhati Papua yang budiman…….

Saya heran dengan pembusukan yang sedang terjadi di beberapa kelompok orang Indonesia yang beragama Islam terhadap Papua, Identitas Manusia Papua serta budayanya.

Mereka membangun pembusukan dengan melepas firus manipulasi fakta history Papua yang luhur, kurang lebih seperti di bawah ini…..

Jika demikian, bagaimanakah nasip orang Papua ke depan?

Silahkan di baca artikel di bawah ini 

Ditulis oleh meisusilo di/pada Nopember 28, 2008

Para missionaris datang pertama kali dengan alasan pendidikan, kesehatan dan agama. Akan tetapi apa kenyataan yang ada ? Mereka justru men-drop minuman keras.. Awal Kristen masuk Irian ”Kehadiran Missionaris di Irian tidak membangun peradaban manusia !”, demikian yang dikatakan Ust.Fadzlan Garamatan kepada ARANA, dalam menanggapi kiprah yang sudah diukir oleh missionaris sejak menginjakkan kaki di bumi Papua pada 5 Februari 1855. Missionaris masuk ke Irian atas jasa Sultan Tidore. Dua pendeta dari Jerman, C.W Ottow dan Johann Gottlob Geissler ini mendarat di Mansinam atau Manokwari. Ketika mereka datang ternyata sudah banyak komunitas Islam disana. ”Bagi orang Kristen tanggal itu adalah pertama kalinya Kristen masuk ke Irian, tapi bagi kami itu adalah pemurtadan pertama di Irian”, tegas ustad yang terkenal dengan julukan ’ustad sabun’ ini, yang serius menggarap dakwah Islam di Irian. Dua orang zendeling-werklieden Jerman ini menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Papua setelah menempuh perjalanan panjang dari Eropa dengan kapal Abel Tasman pada 25 Juni 1852 melalui Tanjung Harapan dan tiba di Batavia pada 7 Oktober 1852, kemudian berlayar ke Makasar, Ternate sebelum akhirnya tiba di Mansinam (Manokwari) pada 1855. (more…)

Read Full Post »