Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘health’


Meningkatkan Mutu dan Kualitas Pelayanan

Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) merupakan lembaga kesehatan swasta yang dikelola Yayasan Caritas Timika (YCT). Kehadiran rumah sakit yang sudah sembilan tahun berada di Timika itu, tidak terlepas andil PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK). Sejak didirikan 21 Agustus 1999, RSMM telah banyak mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika untuk menjaga kesehatan seluruh masyarakat, bukan hanya di wilayah Mimika, tapi juga Papua Tengah pada umumnya. Peranan RSMM dalam menjaga kesehatan masyarakat sangat terasa. Seiring perkembangan waktu, berbagai terobosan dan perkembangan baru dilaksanakan. Meski sebelumnya hanya tersedia beberapa dokter dan perawat, namun pada Mei 2008, tercatat 19 dokter (empat spesialis), 147 perawat dan 351 karyawan tetap. RSMM didukung dengan beberapa unit pelayanan yang terbagi dalam sejumlah kelompok pelayanan seperti Unit Gawat Darurat UGD), Ruang Perawatan Biasa, Perawatan Intensif, Laboratorium, Farmasi, Ruang Radiologi dan SG, hingga fasilitas perumahan bagi dokter dan perawat. Rumah sakit yang terletak di Jalan Caritas No. I, SP 2 – SP 5 itu, telah menjalankan program rutin mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Karena keuletan dan manajemen yang teratur, pada 28 Oktober 2008, RSMM diakreditasi. RSMM mencatat sejarah sebagai rumah sakit pertama yang terakreditasi di Papua.

Menuju Peningkatan Mutu Pelayanan

BAGI dr. Paulus S. Sugiharto, SpMb yang kini menjabat Direktur RSMM, pengesahan sebagai rumah sakit terakreditasi merupakan sebuah tanggungjawab besar. Sebab dengan menyandang predikat demikian, secara otomatis pelayanan kesehatan dituntut untuk semakin ditingkatkan. ”Akreditasi itu kan dengan sendirinya berarti meningkat dan sekarang itu RSMM sedang dalam proses mempertahankan akreditasi itu sendiri,” kata dokter Paulus ketika diwawancarai Radar Timika, Rabu (21/1).

Setelah diakreditasi, selama setahun, RSMM akan dinilai dari Dinas Kesehatan Propinsi Jayapura. ”Semuanya akan dinilai ulang oleh Dinkes Jayapura dan yang pasti ada peningkatan,” ujarnya.

Setelah mendapat akreditasi, RSMM banyak menerima rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Timika. ”RSMM sementara ini banyak menerima rujukan yang tidak bisa ditangani RSUD. Karena RSUD masih dalam tahap pengembangan dan pembenahan, wajar jika selalu merujuk ke RSMM terutama hal yang tidak bisa ditangani RSUD,” ujarnya menerangkan kondisi terkini RSMM.

Sementara, untuk rencana selanjutnya, setelah mendapatkan akreditasi, yang terpenting saat ini yakni bagaimana mempertahankan lima bidang yang sudah diakreditasi. Lima itu diantaranya, administrasi dan manajemen, pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, pelayanan keperawatan dan pelayanan rekam medis.

“Tahun ini kita berusaha mempertahankan lima bidang yang sudah diakreditasi, karena mempertahankan itu sangatlah sulit. Selain itu kita sekarang sedang mempersiapkan diri untuk memperoleh akreditasi yang 12 bidang lain dengan jangka waktu selama tiga tahun ke depan. Tahun ini RSMM tetap fokus pada peningkatan mutu, termasuk di dalamnya akreditasi, keselamatan pasien terus kepuasan pelanggan. Itu kan mutu semuanya, Cuma hanya dibagi-bagi kelompoknya saja,” papar pria murah senyum itu.

Pengakuan Sudah Memenuhi Standar

AKREDITASI berasal dari bahasa Latin “CREDO” yang artinya mengakui atau mempercayai. Di Indonesia, akreditasi dikelola dan dilaksanakan Komite Akreditasi Rumah Sakit dan Sarana Kesehatan lainnya/ Indonesian Commisison on Accreditation of Hospital and Other Health Facilities (KARS – ICAHO) suatu komisi dibawah Departemen Kesehatan RI dan berkedudukan di Jakarta. Adapun latarbelakang akreditasi rumah sakit menjadi program mutu di Indonesia, yaitu Komitmen ASEAN – Dalam inter-country meeting (pertemuan antar negara) di Bangkok, tahun 1998 – negara-negara ASEAN sepakat melaksanakan akreditasi RS. Komitmen Global – dalam Chicago APEC Conference di Chicago, tahun 2002 – disepakati akreditasi sebagai cara untuk peningkatan mutu secara global. Komitmen Nasional – pelayanan medis prima – akreditasi menjadi instrumen menuju pelayanan medis prima.

Rumah sakit yang terakreditasi artinya rumah sakit tersebut diakui pemerintah telah memenuhi standar pelayanan kesehatan yang ditetapkan. Standar adalah pedoman yang telah diberlakukan dan diterima secara umum Tujuan akreditasi rumah sakit yakni memberikan jaminan, kepuasan dan perlindungan kepada masyarakat. Selain itu, memberikan pengakuan bahwa rumah sakit tersebut telah menerapkan standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya menciptakan lingkungan internal rumah sakit yang kondusif untuk penyembuhan dan pengobatan pasien sesuai standar struktur, proses dan hasil. (*)

Jaminan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

AKREDITASI tidak semata-mata menjadi simbol pengakuan akan pelayanan ksehatan yang bermutu. Bagi RSMM, kata dokter Paulus, akreditasi dianggap sebagai jaminan mempertanggungjawabkan mutu pelayanan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, sebagai pengakuan resmi terhadap profesionalitas tenaga kesehatannya.

Di samping itu, terjadinya peningkatan pelayanan terus menerus (diukur dengan indikator klinis), terjadinya peningkatan administrasi dan perencanaan, peningkatan koordinasi asuhan pasien, peningkatan koordinasi pelayanan, peningkatan komunikasi antar staf, peningkatan sistem dan prosedur lingkungan yang lebih aman.

Jaminan lain, minimalisir resiko, penggunaan sumber daya yang lebih efisien, kerjasama yang lebih kuat dari semua bagian dalam organisasi, terjadinya penurunan keluhan pasien dan staf, meningkatnya kesadaran staf akan tanggungjawab, peningkatan moril dan motivasi kerja, meningkatkan semangat organisasi serta kepuasan pemangku kepentingan.

Terakhir, sebagai jaminan mutu pelayanan yang dapat disejajarkan dengan rumah sakit lain di Indonesia. Dan juga, ikut serta mendorong agar rumah sakit lain di tanah Papua dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sementara akreditasi bagi Yayasan Caritas, kinerja manajemen rumah sakit dapat diukur atau dinilai, bahwa kerja keras mewujudkan rumah sakit bermutu di Mimika bukan hanya sekedar bicara tapi ada bukti nyata. Selain itu, bagi LPMAK, menjadi kebanggaan (RS terakreditasi yang pertama di Tanah Papua), wujud upaya serius dan bukti tanggung jawab moral dari pemilik bersama Pengelola RSMM menyikapi tuntutan dari masyarakat yang membutuhkan pelayanan rumah sakit bermutu dan semakin menyakini filosofi, visi dan misi rumah sakitnya.

Langkah Persiapan Menuju Sebuah Pengakuan

TIM penilai akreditasi RSMM yang merupakan anggota KARS terdiri dari tiga orang, diantaranya dr. P. H. Handoyo, MPH. (alias Gus Pur) Surveyor Admin dan rekam Medis, dr. Prabani C. Setiodrestiono, Sp.B. Surveyor UGD dan Pelayanan Medis, Ruti Nubi, SKM. sebegai surveyor keperawatan.

Beberapa langkah persiapan, pertama, dimulai dengan sosialisasi dan pemahaman mengenai akreditasi (tahun 2006). Kedua, pembentukan tim akreditasi lengkap dengan lima kelompok kerja (Pokja) bidang pelayanannya (Maret 2006). Ketiga, tim akreditasi dan setiap Pokja melakukan self assessment.

Kegiatan Self Assessment (SA) adalah upaya dari manajemen rumah sakit untuk menilai diri sendiri dan melakukan evaluasi seberapa jauh rumah sakit telah memenuhi standar pelayanan berdasarkan “Buku Pedoman Survey Akreditasi dari KARS”. Langkah keempat, bimbingan konsultan dua tahap. Bimbingan konsultasi adalah meminta bantuan dari pihak luar (Konsultan) untuk membantu rumah sakit dalam melakukan kegiatan self assessment.

Yang dipilh sebagai konsultan akreditsi RSMM adalah HCM Excellence Bandung yang telah berpengalaman membimbing rumah sakit lain dalam program akreditasi rumah sakit. (Bimbingan tahap I pada bulan Juni 2007 dan tahap II pada bulan Februari 2008).

Kelima, bimbingan akreditasi dari KARS. Bimbingan KARS adalah bimbingan yang diberikan oleh KARS terutama untuk membantu manajemen rumah sakit dalam persiapan menghadapi survey akreditasi oleh KARS. Bimbingan ini dalam bentuk Paket Bimbingan. Bimbingan KARS telah diikuti RSMM sejak April 2008. Keenam, persiapan menjelang survey akreditasi berupa sidak Pokja dan gladi resik. Tujuannya untuk mengevaluasi seberapa jauh persiapan akhir tiap Pokja menjelang survey akreditasi, sekaligus sebagai latihan menjawab pertanyaan tim surveyor atau simulasi pra survey akreditasi. Ketujuh, survey akreditasi. Survey KARS merupakan kegiatan paling menentukan dalam siklus akreditasi. Survey akreditasi menilai dan mengukur seberapa jauh rumah sakit memenuhi standar pelayanan agar dapat ditetapkan status akreditasinya. Kedelapan, pembinaan pasca survey yang dilakukan Dinkes Prov Papua selama 12 bulan setelah survey.

Tujuannya adalah mengevaluasi apakah manajemen rumah sakit sudah melaksanakan semua rekomendasi yang dibuat oleh surveyor. (achmad muzammil/stefanus ambing)

Advertisements

Read Full Post »