Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Dunia Islam’


 

Indonesia Lambat Promosi


JAKARTA, KOMPAS – Indonesia menyerukan penghimpunan dana siaga yang berasal dari dan digunakan oleh negara-negara penganut ekonomi syariah atau Islamic World Expenditure Support Fund. Ini perlu untuk menangkal pengaruh buruk krisis perekonomian dan keuangan global.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan hal tersebut saat membuka Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) Kelima di Jakarta, Senin (2/3), yang dihadiri 1.557 peserta dari 36 negara.

Acara ini dihadiri juga Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Abdullah Ahmad Badawi, Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, Presiden Somalia Sheikh Sharief Sheikh Ahmed, Perdana Menteri Kerajaan Maroko Abbas El Fassi, dan Sekjen Organisasi Konferensi Islam Ekmeleddin Ihsanoglyu.

Menurut Presiden Yudhoyono, akibat krisis keuangan global, negara ekonomi maju dan berkembang menghadapi rintangan serius dalam mencapai tujuan pembangunannya.

Atas dasar itu, Indonesia mengusulkan pembentukan dana global (global expenditure support fund) di kelompok G-20, yang akan dimatangkan dalam pertemuan tingkat tinggi di London, April 2009.

”Dalam kaitan ini, saya percaya tidak ada ruginya jika kita mempertimbangkan Islamic Expenditure Support Fund. Dengan dana ini, negara Muslim yang tidak memiliki kemampuan maksimal untuk membangun negerinya akan mendapatkan manfaat dari cadangan dana yang kini dipegang oleh negara Muslim pengekspor minyak,” ujarnya.

Sebagai gambaran, negara-negara Teluk mencatatkan penghasilan bersih dari kenaikan harga minyak mentah sekitar 4 triliun dollar AS atau Rp 44.000 triliun. Itu setara delapan kali produk domestik bruto (PDB) Indonesia tahun 2009.

Menteri Negara BUMN yang juga Ketua Komite Penyelenggara WIEF Ke-5 Sofyan A Djalil mengatakan, investor Timur Tengah kini sedang mencari tempat investasi baru setelah investasi mereka di negara maju, seperti Eropa dan Amerika Serikat, rugi akibat krisis.

”Di negara maju, investor Timur Tengah umumnya berinvestasi di pasar keuangan. Di Indonesia, mereka lebih berminat berinvestasi di sektor riil,’ katanya.

Sofyan A Djalil mengakui, Indonesia terlambat mempromosikan diri sebagai tempat investasi yang berprospek. Berbeda dengan Malaysia yang telah berpromosi sejak belasan tahun silam. (OIN/FAJ)

 

Sumber, Kompas 3 Maret 2009

 

Read Full Post »