Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Education’ Category

Hukum Kekekalan Energi


Energi Memiliki Hukum kekekalan, di mana energi itu tidak diciptakan dan tidak dapat hilang terpakaim atau musnah tetapi hanya berubah.
Banyaknya energi yang berubah menjadi bentuk energi lain sama dengan banyaknya energi yang berkurang sehingga total energi dalam sistem tersebut adalah tetap. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah bentuk menjadi bentuk energi lain. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum kekekalan energi.
Perubahan Bentuk Energi
Suatu bentuk energi dapat berubah menjadi bentuk energi yang lain. Perubahan bentuk energi yang biasa dimanfaatkan sehari-hari antara lain sebagai berikut:
  • Energi listrik menjadi energi panas. Contoh perubahan energi listrik menjadi energi panas terjadi pada mesin pemanas ruangan, kompor listrik, setrika listrik, heater, selimut listrik, dan solder.
  • Energi mekanik menjadi energi panas. Contoh perubahan energi mekanik menjadi energi panas adalah dua buah benda yang bergesekan. Misalnya, ketika kamu menggosok-gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasa panas.
  • Energi mekanik menjadi energi bunyi. Perubahan energi mekanik menjadi energi bunyi dapat terjadi ketika kita bertepuk tangan atau ketika kita memukulkan dua buah benda keras.
  • Energi kimia menjadi energi listrik. Perubahan energi pada baterai dan aki merupakan contoh perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
  • Energi listrik menjadi energi cahaya dan kalor. Perubahan energi listrik menjadi energi cahaya dan kalor terjadi pada berpijarnya bohlam lampu. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lainnya, misalnya kalor. Coba dekatkan tanganmu ke bohlam lampu yang berpijar! Lama kelamaan tanganmu akan merasa semakin panas.
  • Energi cahaya menjadi energi kimia. Perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dapat kita amati pada proses pemotretan hingga terbentuknya foto.
Advertisements

Read Full Post »

Bentuk – Bentuk Energi


Energi ada berbagai macam. Makanan yang dimakan memiliki energi kimia. Batu baterai mempunyai energi kimia, tetapi lampu senter menyala karena adanya energi listrik. Selain energi kimia dan energi listrik masih ada banyak jenis energi lainnya, antara lain energi bunyi, energi kalor, energi cahaya, energi pegas, energi nuklir, dan energi mekanik. Berikut ini akan kita pelajari bentuk-bentuk energi tersebut.

  • Energi Kimia
Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api. Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

Read Full Post »

Cinta Puspa dan Satwa


Cinta Pusapa dan Satwa adalah sikap hati yang cinta atau mengasihi dunia Puspa dan Satwa, yang nyata dalam pikiran, pendapat, rancangan, rencana da tindakan manusia terhadap duniwa hewan dan tumbuhan. Puspa itu sendiri merupakan lingkungan tumbuhan dan Sarwa merupakan Lingkungan Hewan.

Cinta terhadap Puspa dan Satwa itu perlu ditanam dan dikembangkan dalam diri generasi muda agar tercipta sebuah ekosistem yang baik di lingungan masyarakat sehingga ada kehidupan yang seimbang dan masa depan yang baik bagi anak cucu kita.

Salah satu cara adalah dengan melakukan beberapa kegiatan cinta Puspa dan Satwa. Seperti yang dilakukan oleh Dept. Envomenment PT Freeport Indonesia di bawah Pimpinan Djemianus Rumainum, di lokasi Mill 21 dan 21,5, terhadap sejumlah siswa dari berbagai Sekolah Dasar dan Menengah di Kabupaten Mimika.

SMP YPJ Kuala Kencan juga terlibat dalam kegiatan ini. berikut adalah beberapa image keikut-sertaan SMP YPJ Kuala Kencana dalam kegiatan ini.

Team SMP YPJ KK

Team SMP YPJ KK

Pengamatan Tumbuhan

Pengamatan Tumbuhan

Pengamatan ikan di Kolam

Pengamatan ikan di Kolam

Read Full Post »


Lingkungan Hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan Hidup terdiri dari dua bagian, yakni: Lingkungan Hidup Abiotik dan Lingkungan Hidup Biotik. Lingkungan Hidup Bbiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan Sedangkan Lingkungan Hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Hubungan Kehidupan dari lingkungan hidup itu disebut Ekosistem

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:

  • Komponen hidup (biotik)
  • Komponen tak hidup (abiotik)

Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem aquarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.

RM marine food chain

RM marine food chain

Organisme

Dalam biologi dan ekologi, organisme (dalam bahasa Yunani organon yang berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling mempengaruhi sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup. (more…)

Read Full Post »


Taksonomi Bloom merujuk model pengembangan peserta didik yang didik beratkan pada tujuan pembelajaran.  Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Bloom membagi sasaran pengembangan peserta dalam tiga sisi berdasarkat tujuannya.

Ketiga sasaran dan tujuan pengembangan cara berpikir peserta didik yang dimaksudkan Bloom adalah:

1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.

2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.

3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.

Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan.

Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yang ada pada tingkatan pertama.

1. Domain Kognitif

1.1. Pengetahuan (Knowledge)

1.2. Pemahaman (Comprehension)

1.3. Aplikasi (Application)

1.4. Analisis (Analysis)

1.5. Evaluasi (Evaluation)

1.6. Sintetis (Synthesis)

2. Domain Afektif

2.1. Penerimaan (Receiving/Attending)

2.2. Tanggapan (Responding)

2.3. Penghargaan (Valuing)

2.4. Pengorganisasian (Organization)

2.5. Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex)

3. Domain Psikomotor

3.1. Persepsi (Perception)

3.2. Kesiapan (Set)

3.3. Guided Response (Respon Terpimpin)

3.4. Mekanisme (Mechanism)

3.5. Repon Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response)

3.6. Penyesuaian (Adaptation)

3.7. Penciptaan (Origination) (more…)

Read Full Post »


Materi Cerama Pendidikan Lingkungan Hidup di SMP YPJ KKApakah pendidikan tentang Lingkungan hidup, penting untuk dimasukan dalam kurikulum muatan lokal maupun kurikulum muatan nasional agar dapat dibelajarankan dalam setiap jenjang mendidikan dasar dan menengah yang ada?

Pada dua bulan pertama pertemuan dengan siswa dalam kelas Pendidikan Lingkungan Hidup yang saya tangan, ketika materinya saya catat di papan tulis, terdengar suara siswa yang mengatakan PLH “Epenkah”. maksudnya Pentingkah? lalu saya selalu menjawab Penting ‘Nak. Disambung dengan penjelasan yang sederhana tentang peran lingkungan terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi serta ancaman-ancaman tentang kehidupan yang sedang dirasakan oleh segala mahluk di bumi dan yang akan dialami jika semua pihak secara kolektif tidak mengambil tanggung jawabnya dalam menyelamatkan bumi.

Hal serupa juga datang dari orang tua murid yang mengatakan “PLH emang penting ya“. Sampai-sampai pernyataan: “Wah Sekolah udah mempekerjakan anak di bawah umur” karena harus olah sampah, tanam tanaman di pekarangan sekolah, bersihkan parit dan seterusnya.

Untuk menjawab ini maka sekolah dalam hal ini kami sebagai guru PLH bekerjasama dengan Kepala Sekolah dan Parnert kami dari Dept.Environment PT Freeport Indonesia melakukan konsientisasi kepada orang tua murid, pertemuan antara pihak sekolah dan pihak orang tua lalu memaparkan Penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup sekolah.

Salah satu Materi ceramahnya adalah PLH Pentingkah?

Kesaksian: Rudolf Pigai, STh. Guru Pendidikan Lingkungan Hidup, Kuala Kencana – Mimika – Papua

Read Full Post »


Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang kini telah dan semakin semarak di terapkan di sekolah adalah bukan mempekerjakan siswa sebagai pekerja di lingkungan sekolah, tetapi membangun jiwa cinta lingkungan, dengan harapan bahwa generasi berikut menjadi generasi yang berbudaya lingkungan dan menjadi sebuah habit bagi semua civitas sekolah.

Untuk maksud tersebut, maka hendaknya pihak sekolah dan semua stake-holder serta pemerhati Lingkungan Hidup  melakukan konsitentisasi yang holistik kepada konsumen pendidikan tentang peran lingkungan terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi, ancaman terhadap kehidupan dan solusi penyelamatan kehidupan di bumi, serta menjelaskan tentang porsi perhatian sekolah dalam hal ini siswa terhadap ekosistim lingkungan hidup sekitarnya.

Berikut adalah beberapa hal yang hendaknya diperhatikan oleh semua pihak

Pendidikan Lingkungan Hidup: dalam buku catatan

Pada tahun 1986, pendidikan lingkungan hidup dan kependudukan dimasukkan ke dalam pendidikan formal dengan dibentuknya mata pelajaran ?Pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup (PKLH)?. Depdikbud merasa perlu untuk mulai mengintegrasikan PKLH ke dalam semua mata pelajaran (more…)

Read Full Post »

Older Posts »