Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Peran Intelektual’

Pidato Kebudayaan M. Syafi’i Maarif Oleh Umdah El-Baroroh Dari paparan Buya, memang kategori siapa pengkhianat dan siapa pahlawan tidak dibuat terang-benderang dalam kategori yang sederhana. Sebab mengidentifikasi siapa pengkhianat intelektual itu baginya sama sulitnya dengan memberikan definisi tentang siapa itu kaum intelektual. Ia tak memberi definisi yang jelas, memang. Tanggal 22/11 lalu, Dewan Kesenian Jakarta [...]

Read Full Post »

Oleh Setyo Budiantoro Seorang pemikir yang dipenjara hingga menjelang akhir hidupnya, Antonio Gramsci, menuliskan refleksinya tentang salah satu prasyarat setiap perubahan sosial, yaitu kebutuhan akan kelompok intelektual. Ia lalu membedakan kategori intelektual, antara “intelektual tradisional” dan “intelektual organik”. “Intelektual tradisional” adalah mereka yang diikat oleh bahasa akademis universiter dan pendidikan tertentu, mengikuti mainstream dominan, serta [...]

Read Full Post »

Peran intelektual dalam perancangan dan perubahan sosial telah lama menjadi bahan perdebatan, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Secara ringkas, bisa digambarkan bahwa sebagian berpendapat intelektual seharusnya “berumah di atas angin”. Artinya tugas utamanya adalah bergelut dengan teori dalam bidang yang dipelajarinya di universitas atau lembaga-lembaga penelitian. Karena peran seperti itulah yang memang harus dimainkannya [...]

Read Full Post »

Oleh : Sufyant[1]  Abstract:  This study is a kind of discourse analyze which has “Intellectual Politic Discourse: Freedom Institute advertising study toward the increasing of BBM 2005”. The new history of Indonesia intellectual becomes the reason of the study. Intellectual who involves in advertising deals with reducing of BBM subsidize is a kind of phenomena [...]

Read Full Post »

Membicarakan atau menulis tentang “kaum intelektual” hari ini, kita harus merujuk pada tataran posisi politik. Dari sayap kanan ekstrim (neoliberal-neokonservatif), melewati kanan-tengah (sosial-liberal), lalu menapak pada kiri-tengah (sosial demokrat), hingga berujung pada kiri-revolusioner (Marxis). Di dalam dan di luar kategori politik ini, kita juga memasuki ranah ekologi politik, feminis, gay, ras dan identitas etnik.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.